Thursday, 19 November 2015

Awas Rem Blong - Jalur Cangar Pacet


Semua yang saya bahas tentang rem blong disini adalah berdasarkan kejadian yang sudah saya alami sendiri. Rem Blong merupakan saat dimana rem kendaraan anda tidak berfungsi secara mendadak. Ada beberapa faktor penyebab rem blong sesuai yang telah saya kutip dari Sidomi.com tentang "4 penyebab Utama Rem Blong", yaitu :
  • Piston dan kanvas rem telah aus. Ausnya bagian ini terjadi secara wajar setelah penggunaan jangka panjang. Sangat disarankan untuk memeriksanya setelah dipakai untuk menempuh perjalanan sejauh 10.000 kilometer. Rem juga pastinya terasa kurang pakem saat pedalnya diinjak.
  • Adanya sumbatan pada selang minyak rem. Kebanyakan mobil menerapkan pengereman melalui tekanan fluida pada minyak rem saat pengereman dilakukan. Kalau terjadi sumbatan, maka kerja rem menjadi tidak sempurna.
  • Sil piston master mengalami keausan. Penyebabnya dapat akibat faktor usia atau minyak rem kondisinya sudah tidak bagus. Minyak rem dapat menurun kualitas nya karena basi atau terkontaminasi saat tutup tabung minyak sering dibuka-tutup. Penggantian minyak rem disarankan dalam jangka 6-12 bulan sekali.
  • Perubahan suhu. Kualitas minyak rem turut dipengaruhi oleh suhu. Kondisi minyak rem pada suhu tertentu dapat berubah sehingga memengaruhi daya tekan pengereman.
Mungkin 4 hal diatas memang penyebab Rem Blong yang pernah saya alami. Kejadian itu terjadi di daerah dataran tinggi/perbukitan antara Kecamatan Pacet dan Kota Batu Malang, yaitu daerah Cangar. Awalnya saya menaiki perbukitan menggunakan motor matic Honda Beat FI berboncengan dengan selamat hingga sampai di Alun-alun kota Batu. Setelah berlama-lama di Kota Batu, saya berniat kembali pulang melewati dataran rendah yaitu Kediri, namun saya rasa itu terlalu jauh, jadi saya pulang melintasi Cangar kembali.


Perjalanan pulang awalnya lancar tanpa kendala. Namun, saat sudah melewati daerah wisata petik Apel, banyak jalanan menurun berliku yang memaksa saya berkali-kali menekan rem dengan kuat. Setelah beberapa turunan saya lewati, ada satu turunan yang lumayan curam, saya lewati dengan santai, namun pada tengah turunan itu rem depan saya tiba-tiba blong! dalam hati saya begitu panik. Kenapa? karena posisi rem belakang saya juga lumayan kendor dan kurang sempurna daya pengeremannya. Akhirnya saya dengan penuh kekhawatiran menekan rem belakang dengan sekuat tenaga hingga motor saya berjalan sangat pelan. Rem depan berkali-kali saya tekan meski blong, berharap bisa normal kembali. Perjalanan saya lalui dengan sangat-sangat pelan karena khawatir dengan hal-hal yang tidak diinginkan.


Setelah beberapa lama saya mengendarai motor dengan sangat pelan dan dengan penuh kekhawatiran karena jalan yang sangat berliku dan banyak turunan curam, tanpa sadar rem depan saya kembali berfungsi meski tidak begitu sempurna. Saya tetap melaju dengan pelan dan meminimalisir penggunaan rem agar tidak terjadi rem blong lagi. Setelah sampai rumah saya cek minyak rem langsung berubah warna jadi begitu gelap (coklat gelap).

Nah, dari pengalaman saya tersebut, saya berpesan beberapa hal yang mungkin bisa anda jadikan bekal sebelum melakukan perjalanan di daerah perbukitan dan di jalanan yang penuh tanjakan dan turunan yang curam,

  • Sebelum melakukan perjalanan, cek dahulu kondisi rem anda. Minyak rem yang sudah berubah warna menjadi gelap haruslah segera diganti. Kampas rem juga harus sering diperbarui setelah anda merasa bahwa kualitas rem anda kurang maksimal. Kemudian berdoa kepada Tuhan memohon keselamatan dan berkah selama perjalanan.
  • Kalau bisa, jangan melewati daerah perbukitan dengan berboncengan karena beban yg berat juga mempengaruhi pengereman.
  • Perlambat laju kendaraan anda di daerah turunan, saya ulangi, perlambat laju anda di daerah turunan selambat-lambatnya. Dan gunakan gigi satu jika melalui jalan tanjakan khusus kendaraan non matic.
  • Jika anda mengalami rem blong, jangan terlalu panik dan gegabah. Perlambat laju anda dengan rem yang masih berfungsi. Tekan berkali-kali rem yang blong hingga bisa normal kembali. Jika laju kendaraan sudah mulai pelan, anda bisa berhenti dahulu ke pinggir jalan untuk mengistirahatkan kendaraan anda sejenak dan membenahi rem yang blong jika anda seorang teknisi.
  • Sekali lagi, jangan ngebut di jalan turun, pelan-pelan yang penting selamat. Meski anda termasuk anak alay atau cabe-cabean, jangan banyak gaya, utamakan keselamatan anda.
  • Jika rem anda blong keduanya, jangan gegabah, tenang dan cari sesuatu yang lunak untuk ditabrak, jangan pasrahkan lurus ke depan karena gegabah, anda harus berfikir.
  • Jika anda sudah selamat, segera ganti rem anda dengan yang baru. Dan sampaikan pengalaman anda kepada orang lain agar lebih berhati-hati.
Mungkin itu saja, ke-hati-hatian dan ke-dewasaan memang sangat diperlukan saat berkendara. Jangan ngebut jika sedang hujan atau di daerah yang rawan kecelakaan. Cek dan service secara rutin kendaraan anda. Semoga kita sama-sama selalu diberi keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dimanapun kita berada. Cukup ini dulu cserita pengalaman dari saya, semoga bermanfaat, terimakasih telah membaca.

Admin Team

Kalau mau komen, komen aja gak usah sungkan-sungkan
EmoticonEmoticon